Ada Dodol Sikapa Dipamerkan Dinas UKM
Serba-serbi Luwu Expo 2017

By Tim IT Perpustakaan 11 Feb 2017, 13:22:11 WIB Kegiatan
Ada Dodol Sikapa Dipamerkan Dinas UKM

Keterangan Gambar : DIOSCOREA HISPIDA. Umbian Sikapa mampu diolah masyarakat Kabupaten Luwu menjadi dodol yang nikmat.


BELOPA, PERPUSTAKAANLUWU --- Siapa yang tidak mengenal makanan yang satu ini. Dodol. Hampir semua masyarakat pernah memakan penganan yang terbuat dari tepung ketan, santan kelapa, dan gula merah tersebut. Namun, lain halnya dengan di Kabupaten Luwu. Khususnya di Stand Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Luwu. Pasalnya, di stand milik OPD yang dikepalai Rudi Dappi itu ikut dipromosikan dodol sikapa.

Yah, sikapa adalah nama daerah salah satu jenis umbi-umbian lokal daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Sawerigading ini. Dalam bahasa latinnya disebut Dioscorea hispida. Secara nasional dikenal dengan nama gadung. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) sikapa adalah Gadung. Tumbuhan melilit yang umbinya memabukkan kalau dimakan langsung, tetapi jika direndam dahulu dalam abu basah, racunnya akan hilang atau menjadi berkurang tersebut mampu diolah masyarakat menjadi makanan yang cukup nikmat untuk dinikmati. Bahkan, cocok untuk dijadikan buah tangan atau oleh-oleh bagi keluarga di luar daerah.

Dikatakan Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Luwu, Rudi Dappi bahwa umbi yang satu ini tumbuh banyak di Kabupaten Luwu. Hampir merata di semua kecamatan dan desa. Meski tergolong memabukkan, bukan berarti umbian yang satu ini tidak pernah dikonsumsi masyarakat. Bahkan, melihat potensinya yang cukup besar ditambah dengan keuletan masyarakat dalam mengelolahnya selama ini, sehingga muncul inisiatif untuk menjadikannya makanan yang lebih nikmat. Yakni, diolah menjadi dodol dan diberi nama dodol sikapa. "Kelompok usaha rumahan yang mengelola dodol sikapa ini bahkan pernah dipanggil khusus jajaran Kementerian Pusat untuk mendemokannya. Sebab, selain dianggap langka juga sebuah terobosan dalam memanfaatkan hasil alam," kata Rudi.

Rasanya tidak jauh berbeda dengan dodol pada umumnya. Hal itu wajar, sebab yang membedakannya dengan dodol pada umumnya, dodol sikapa menggunakan umbian sikapa atau gadung sebagai bahan baku. Bukan beras ketan. Namun, bahan adonan lainnya tetap mengandalkan gula merah dan santan. "Cukup enak. Dijamin tidak memabukkan, sebab sudah diolah dengan baik," jelasnya.

"Dengan dibentuknya dinas ukm dan perindustrian, kami akan mengthidupkan usaha rumahan masyarakat seperti ini. Mulai dari pembinaan, pemberian bantuan peralatan, hingga pada upaya mendapatkan izin dari BPPOM dan dinas kesehatan," tandas Rudi. (timmediaperpustakaanluwu)
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment