Stand Bua Promosikan Kawasan Air Suci Sawerigading
Serba-Serbi Luwu Expo 2017

By Tim IT Perpustakaan 07 Feb 2017, 10:20:43 WIB Wisata
Stand Bua Promosikan Kawasan Air Suci Sawerigading

Keterangan Gambar : STAND BUA. Promosikan potensi wisata selama pameran Luwu Expo 2017



 

BELOPA, PERPUSTAKAANLUWU --- Pameran Luwu Expo 2017 yang digelar di Lapangan Andi Djemma, Belopa dimanfaatkan jajaran Pemerintah Kecamatan Bua untuk menjual potensi wisata daerahnya. Hal itu dituangkan dalam bentuk proposal Potensi Wisata Sejarah dan Kuliner yang disiapkan bagi pengunjung stand. Salah satu yang dipromosikan adalah tempat Sawerigading mengambil air suci. Kawasan itu disebut Lapinae.

Camat Bua, Tandiraja mengatakan bahwa Kecamatan Bua merupakan daerah yang memiliki sejura potensi. Khususnya potensi wisata. Baik alam, sejarah, budaya, maupun potensi wisata kuliner. Sejumlah potensi ini sangat layak untuk dikunjungi masyarakat lokal hingga mancanegara. "Wisata alamnya berupa air terjun Purapasuang, bukit Teletabies, Sungai Pakkalolo, dan Buntu Lare-lare.  Untuk wisata sejarah berupa Lengkong Ratona, Masjid Djami, Assalangnge, Air Bubun Datu, Issong Datu, Lapandoso dan Lapinae. Untuk diketahui, Lapinae ini merupakan turunan atau jalan Sawerigading untuk mengambil air suci di Lapinae," tutur Tandiraja.

Sedangkan untuk wisata kuliner, sebutnya, ada wisata ikan malaja di Desa Karang-karangan. Keistimewaan wisata kuliner yang satu ini bahkan sudah menasional. Setiap warga luar daerah yang berkunjung ke Luwu pasti akan disuguhkan dan mengakui kenikmatan ikan endemik Kecamatan Bua tersebut. "Kami sengaja memamerkan sejumlah potensi wisata ini agar diketahui masyarakat sehingga saat vacansi bisa datang berkunjung. Khususnya, diharapkan ikut mendapat perhatian investor untuk dikelola secara profesional," harapnya.

Menurut Tandiraja, dari sekian potensi wisata itu ada beberapa yang membutuhkan nyali besar untuk mengunjunginya. Sebab, kawasannya terbilang extrim. Sebut saja, Sungai Ratona. Sungai tempat pertemuan dua buah sungai besar dan diantaranya terdapat palung atau bahasa Luwu disebut "Lengkong" ini tergolong berbahaya. Betapa tidak, di kawasan "Lengkong" tersebut terdapat banyak buaya muara. "Ratona dalam sejarah juga dikenal sebagai tempat pertemuan dua anak datu yang memperebutkan kekuasaan untuk menjadi datu di Luwu, yakni Patiaraja alias Patiarase dan Patipasaung alias Sultan Abdullah. Sehingga atas inisiatif Maddika Bua yang ke-9 yaitu Daeng Parabung mempertemukan keduanya dikawasan tersebut," tandas Tandiraja. (timperpustakaanluwu)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment