TPKD Sulsel Dorong Pembangunan Depo Arsip di Luwu

By Tim IT Perpustakaan 07 Apr 2017, 12:47:56 WIB Kegiatan
TPKD Sulsel Dorong Pembangunan Depo Arsip di Luwu

BELOPA ---- Tim Pengawasan Kearsipan Daerah (TPKD) Provinsi Sulawesi Selatan mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu untuk segera mengusul rencana pembangunan ruang pengarsipan atau depo arsip yang representatif. Hal ini disampaikan Ketua TPKD dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Syarifuddin, di Ruang Rapat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu di Belopa, Selasa pagi (4/4/2017).
    "Ini sudah menjadi keharusan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Begitupun dalam Bab III Pasal 37 ayat (4) huruf r Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, dinyatakan bahwa kearsipan merupakan salah satu urusan wajib pemerintahan daerah kabupaten/kota yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar", tegas Syarifuddin didampingi anggota TPKD Sulsel, Hj. Astaria Sanja dan Mistajuddin. 
    Namun, lanjut Syarifuddin, tentunya harus didahului dengan penyiapan regulasi atau produk hukum daerah yang mengatur tentang penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu. Produk hukum daerah dimaksud, sambungnya, adalah peraturan daerah, peraturan bupati, dan standar operasional prosedur (SOP). "Meski depo arsip sudah tersedia, tapi jika produk hukum daerah yang mengatur tata kerja lembaga kearsipan daerah belum ada, maka pastinya penyelenggaraan kearsipan tidak akan efektif dan capaian hasil kerjanya tidak akan optimal, karena produk hukum daerah itulah yang menjadi instrumen kebijakan dan acuan baku pelaksanaannya. Nah, dengan dibentuknya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu beserta uraian tugas pokok, fungsi, dan kewenangannya melalui Perda Nomor 7 Tahun 2016 dan Perbup Nomor 112 tahun 2016, maka seharusnya juga diikuti dengan penyediaan perda, perbup, dan SOP tentang penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu', terang Syarifuddin.
    Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu, Hj. Halijah Baso, mengatakan, pihaknya paham dan menyadari kalau arsip itu sangat penting. "Ibarat seorang manusia yang kehilangan dokumen identitas sosial, seperti itulah kondisi sebuah lembaga/organisasi tanpa arsip. Fatalnya lagi, arsip hilang aset melayang", kata Hj. Halijah Baso.
    Lanjut ditegaskan Hj. Halijah Baso, tak ada alasan untuk tidak menata-kelola penyelenggaraan kearsipan di daerah Kabupaten Luwu secara profesional, karena fungsi arsip itu sangat vital, yaitu sebagai sumber informasi, bukti sah, memori organisasi, dan memori kolektif pemerintah daerah yang akurat dan akuntabel. "Menyadari begitu vitalnya fungsi arsip, maka program kearsipan merupakan fokus kerja yang sudah kami prioritaskan, dan insya Allah akan mendapatkan dukungan kebijakan dari pimpinan", kunci Hj. Halijah Baso.
    Sekadar diketahui, Keberadaan TPKD Sulsel di Kabupaten Luwu, dalam rangka tugas audit kearsipan terhadap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu terkait kinerja pembinaan kearsipan organisasi perangkat daerah. Dan kunjungan audit kearsipan ini, berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 April 2017.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment